Kayu Sonokeling, Sawo, Jati Tua, dan Bengkirai Untuk Bokken. Mana Yang Paling Cocok ??


Kayu Sonokeling, Sawo, Jati Tua, dan Bengkirai untuk Bokken, Mana Yang Paling Cocok ?

Bokken / Pedang Kayu adalah salah satu peralatan beladiri yang sering digunakan oleh beberapa aliran beladiri seperti Aikido, Samurai, Kungfu, Silat, dll. Bokken adalah alat beladiri yang khusus digunakan dalam berlatih sebelum menggunakan pedang samurai / katana sungguhan. Karena terbuat dari bahan kayu maka bokken cukup aman digunakan untuk latihan ataupun bokken sparring. Pada saat latihan dengan menggunakan bokken, dapat dipastikan akan terjadi kontak atau benturan antar bokken. Oleh karena itu kualitas dalam pemilihan atau pembelian bokken sangat penting untuk diperhatikan, terutama bahan baku (kayu) yang digunakan untuk membuat bokken tersebut. Hal ini mengantisipasi terjadinya bokken yang patah pada saat latihan maupun bokken sparring. Dalam kenyataannya memang tidak ada kayu yang 100% sempurna dan tahan bentur, semua jenis kayu tetap ada kemungkinan patah. Besi saja bisa patah saat terjadi benturan yang sangat keras, apalagi kayu. Ada banyak jenis kayu yang cocok untuk bokken, diantaranya kayu sonokeling, jati, sawo, ulin, oak dan bengkirai. Tetapi dalam artikel ini saya akan membahas beberapa bahan baku, yaitu Kayu Sonokeling, Kayu Sawo, Kayu Jati Tua dan Kayu Bengkirai.
Dan diantara ketiga jenis kayu tersebut mana saja yang paling cocok untuk Bokken?

1. Kayu Sawo
Pohon sawo yang tua mampu menghasilkan kayu yang bagus secara kualitas. Meskipun keindahan tekstur kayu sawo tidak seindah tekstur kayu jati, tapi jika bicara mengenai kekuatan kayunya, kekuatan kayu sawo jauh lebih kuat dibanding dengan kayu jati. Kayu Sawo mempunyai ciri yaitu memiliki alur serat yang padat sehinga kayu ini tidak mudah patah ataupun lapuh. Kayu sawo terkenal keras dan ulet. Ulet artinya tidak mudah pecah atau patah. Karena keuletan dan kekerasan kayu sawo, maka proses pengerjaan dan penggergajian kayu sawopun menjadi sangat sulit.

Karena kekuatannya, maka kayu sawo sangat cocok digunakan sebagai bahan untuk membuat bokken / pedang kayu. Bokken dengan bahan kayu sawo menjadikan produk bokken berkualitas yang tidak mudah patah saat terjadinya benturan. Hal ini dikarenakan serat dari kayu sawo yang memiliki tingkat kepadatan yang sangat tinggi.

Kayu Sawo Balok
Bokken Kayu Sawo

2. Kayu Bengkirai
Kayu Bangkirai termasuk jenis kayu yang cukup awet dan kuat serta harganya yang terjangkau. Namun sifat kerasnya juga disertai tingkat kegetasan yang tinggi sehingga mudah muncul retak rambut dipermukaan. Kayu bangkirai termasuk jenis kayu yang tahan terhadap cuaca sehingga sering menjadi pilihan bahan material untuk di luar bangunan.
Kayu bengkirai yang digunakan untuk membuat bokken lebih bagus jika  menggunakan kayu bengkirai yang berusia cukup tua, karena semakin tua sifat kayu bengkirai akan menjadi semakin kuat. Bokken dengan bahan kayu bengkirai sudah cukup kuat digunakan untuk latihan ataupun demonstrasi.
Kayu Bengkirai
http://www.nobunagashop.com/2016/06/black-dragon-bokken-pedang-kayu-bengkire.html
Bokken dari Kayu Bengkirai

3. Kayu Sonokeling
Kayu Sonokeling memiliki pola-pola yang indah, ungu bercoret-coret hitam, atau hitam keunguan berbelang dengan coklat kemerahan. Kayu ini biasa digunakan untuk membuat mebel, almari, serta aneka perabotan rumah berkelas tinggi. Kayu ini juga kuat dan awet, sehingga tidak jarang digunakan dalam konstruksi seperti untuk kusen, pintu dan jendela, serta untuk membuat gerbong kereta api. Atau untuk peralatan seperti gagang kapak, palu, bajak dan garu, serta untuk mesin-mesin giling-gilas.
Sonokeling tergolong ke dalam kayu keras dengan bobot sedang hingga berat. Kayu Sonokeling juga memiliki serat yang padat seperti kayu sawo, tetapi tidak seberat kayu sawo. Teksturnya cukup halus, dengan arah serat lurus dan kadang kala berombak. Kayu ini juga awet; tahan terhadap serangan rayap kayu kering dan sangat tahan terhadap jamur pembusuk kayu. Kayu sonokeling agak sukar dikerjakan dengan tangan karena tingkat kekerasan yang tinggi, bahkan lebih keras dari kayu sawo. Dengan ciri kayu yang keras dan serat yang padat serta motif yang indah, maka kayu ini sangat cocok sebagai bahan untuk membuat pedang kayu.



http://www.nobunagashop.com/2016/06/pure-bokken-kayu-sonokeling.html
Bokken Sonokeling

4. Kayu Jati Tua
Keunikan kayu jati adalah saat usia kayu tersebut semakin tua maka kekuatannya pun akan makin kuat. Kayu jati yang kuat tidak akan termakan oleh rayap meski tidak diberi obat anti rayap. Untuk mendapatkan kualitas kayu jati yang bagus dan kuat, petani kayu jati harus memanennya pada usia 20 tahun, apalagi jika sudah mencapai 30 tahun kualitasnya pun semakin baik. Semakin tua usia kayu jati semakin kuat dan semakin tinggi nilainya. Kayu Jati juga terkenal akan keindahan teksturnya. Sehingga sangat cocok digunakan untuk membuat mebel dan hiasan-hiasan dari kayu.
Karena kekutannya yang baik, bokken dengan bahan kayu jati tua sudah sangat mencukupi kebutuhan untuk berlatih benturan.
Kayu Jati Tua
Bokken Kayu Jati Tua

Berdasarkan pada penjelasan di atas, team Nobunagashop menyimpulkan bahwa urutan kayu yang paling kuat untuk berlatih, demontrasi maupun bokken sparring adalah: kayu sawo, kayu sonokeling, kayu bengkirai, kayu jati tua. Sedangkan untuk kayu jati dan kayu sonokeling dapat juga Anda gunakan untuk keperluan hiasan karena corak atau tekstur kayunya yang indah.

~Nobunagashop
Previous
Next Post »