MEMAHAMI SISTEM BELADIRI JET KUNE DO



TENTANG JET KUNE DO
Jeet Kune Do dalam bahasa Mandarin 'Jié quán dào, dalam Bahasa kanton: Jit kyùn dou adalah sebuah seni bela diri yang diciptakan oleh Bruce Lee. Dia tidak hanya mempelajari Wing Chun, tapi juga tinju, karate, arnis, jiujitsu dan judo. Dari berbagai macam beladiri tersebut kemudian dipadukan dan disederhanakan sehingga terbentuklah sebuah seni bela diri yang praktis dan mudah di kuasai seseorang. Jet Kune Do merupakan seni bela diri yang mengutamakan karakter dan kemampuan diri sendiri, jadi setiap praktisi Jet Kune Do diharapkan untuk menjadi dirinya sendiri.

Bruce Lee menginginkan untuk menciptakan seni beladiri yang tak terbatas dan bebas. Kemudian dalam perkembanganya, Jeet Kune Do di ciptakan bukan hanya untuk menjadi petarung yang lebih baik, namun juga sebagai seni untuk pengembangan diri. untuk menggambaran pandangannya itu, di th 1971 pada artikel majalah Black Belt, Lee mengatakan:

biarkan itu dipahami untuk sekali ini dan seterusnya bahwa saya tidak menemukan gaya yang baru, mencampur atau memodifikasi. Saya sama sekali tidak menetapkan jeet kune do dalam bentuk aturan yang jelas oleh hukum yang membedakan (mencirikan) bentuk ini atau metode itu . sebaliknya, saya berharap untuk membebaskan teman teman saya dari pembudakan gaya, pola dan doktrin”.
~Bruce Lee

Jeet Kune Do tidak hanya mendukung kombinasi dari berbagai aspek gaya yang berbeda, tetapi juga telah mengubah banyak aspek yang diadopsi dan di sesuaikan dengan kemampuan seorang praktisi. Jet Kune Do mendukung para praktisi untuk menterjemahkan berbagai teknik untuk dirinya sendiri, dan mengubahnya untuk tujuan mereka sendiri.

SISTEM
Pada tahun 1967. ketika Bruce Lee pertama kali memulai meneliti gaya bertarung (fighting styles), dia memberi nama seni bela dirinya dengan nama Jun Fan Gung Fu. Ini adalah hasil proses pegembangan beladirinya dari  perjalanan panjangnya dalam dunia seni beladiri yang ia tekuni. Bruce Lee menyatakan bahwa konsepnya bukanlah kumpulan berbagai hal yang terbaik dari segala sesuatu untuk membentuk suatu sistem, melainkan menyaringnya. Sebagai gambaran untuk menggambarkan filosofi lee tentang membuang sesuatu yang tak berguna, dia mengumpamakan apa yang dilakukan pematung ketika membuat karya, dari sebongkah tanah liat, kemudian membuang yang “tidak di perlukan”  lalu menghasilkan karya, inilah apa yang dia anggap sebagai sesuatu yang memperlihatkan inti pertarungan Jet Kune Do. Bruce Lee, dan Jet Kune Do-nya, banyak di pengaruhi oleh tinju dan anggar. Walaupun konsep utamanya berasal dari Wing Chun (seperti teori garis tengah dan pukulan tegak lurus, serta serangan lurus, (forward pressure). Lee mengubah sikap kuda-kuda Wing Chun menjadi apa yang dia klaim lebih fleksibel adalah anggar dan tinju. Pernyataan tersebut membuatnya untuk tidak kaku dalam berdiri. Jika kita melihat gaya footwork (gerakan dan kelincahan kaki) Bruce Lee sangat mirip dengan petinju legendaris Muhammad Ali.

Video Pukulan dan Step Footwork Muhammad Ali
 

Bruce Lee Jet Kune Do Footwork

Bruce Lee menginginkan untuk menciptakan seni beladiri yang tak terbatas dan bebas. Ketika berlatih gulat (Western wrestling), Lee pernah suatu saat dijepit oleh lawan yang lebih ahli, yang mengatakan apa yang akan lee lakukan jika dia mengalami situasi yang demikian dalam pertarungan yang nyata. Lee menjawab “ tentu saja aku akan menggigitmu”. Salah satu teori Jet Kine Do adalah petarung harus melakukan apa saja yang diperlukan untuk melindungi dirinya, dengan mengabaikan dari mana teknik yang digunakan itu berasal.

Lee  menunjukan Jeet Kune Do adalah untuk mematahkan apa yang dia klaim faktor yang membatasi di dalam latihan gaya trdisional, dan mencari hipotesa cara bertarung yang dia percaya hanya dapat ditemukan dalam suatu pertarungan. Jeet Kune Do sekarang ini terlihat sebagai asal mula dalam ungkapan modern adalah hybrid martial arts. (pesilangan seni beladiri)

Bruce Lee tidak menitik beratkan pada penghafalan bentuk latihan mandiri (solo training forms), jurus  atau “Kata” (dalam karate), seperti banyak dipakai sebagian besar gaya tradisional yang dilakukan untuk latihan pemula. Lee sering membandingkan bentuk yang dilakukan tanpa lawan sama dengan mencoba belajar berenang di atas tanah kering. Lee meyakini bahwa pertarungan yang nyata adalah hidup dan dinamis. Keadaan dalam pertarungan berubah dari sepersejuta detik ke sepersejuta detik brikutnya, dan dengan begitu untuk mengatur sebelumnya suatu pola dan teknik tentu tidak cukup waktu pada saat berhadapan dengan situasi yang selalu berubah. Uraian dan metode Bruce Lee kelihatan seperti kontrofersial  pada masanya, dan hingga sekarang. Banyak guru dari sekolah tradisional tidak setuju dengan gagasan yang dikeluarkanya.

Gagasan dari pelatihan silang (cross-training) dalam Jeet Kune Do sama dengan latihan dari (seni beladiri gabungan) Mixed Martial Arts (MMA) pada masa modern—Bruce Lee telah di pertimbangkan oleh president UFC  Dana White sebagai “bapak seni beladiri gabungan” ("father of mixed martial arts"). Banyak pemikiran Jeet Kune Do menjadi dasar dari MMA. Ini khusunya dalam hal penghargaan pada cakupan pertarungan Jet Kune Do (Jet Kune Do "Combat Ranges").  Seorang murid mengharapkan untuk belajar berbagai variasi sistem pertarungan dengan masing masing cakupan pertarunganya, dan dengan begitu menjadi efekfif untuk semua, seperti halnya dalam MMA.

Lee yakin bahwa sitem beladiri harus sefleksibel mungkin. Dia sering menggunakan air sebagai sebuah perumpamaan untuk menjelaskan mengapa fleksibilitas adalah sifat yang sangat dibutuhkan dalam seni beladiri. Air memiliki fleksibilitas yang tak terbatas. Dia dapat terlihat transparan namun disaat yang lain dapat menyembunyikan sesuatu dari penglihatan. Dia dapat terpecah dan mengalir kesegala arah, bergabung di sisi yang lain, atau dia dapat menyusup kesegala sesuatu, dia juga dapat mengikis batu yang keras dengan tetesan lembut padanya atau dapat mengalir melewati kerikil kerikil kecil. Lee yakin bahwa sistem seni beladiri harus memiliki sifat tersebut. Jet Kune Do menolak latihan sistem tradisional, gaya bertarung dan ilmu pendidikan confucian (Confucian pedagogy) yang di gunakan pada sekolah kung fu tradisional karena kekurangan pada fleksibilitasnya. Jet Kune Do dihaurskan untuk menjadi konsep yang dinamis yang selalu berubah, dengan begitu menjadi sangat fleksibel ”memahami apa yang berguna dan mengabaikan yang tidak bergua” ("Absorb what is useful; Disregard that which is useless" ) adalah sesuatu yang seringkali dikutip dalam peribahasa Bruce Lee. Murid  Jet Kune Do dengan giat belajar setiap bentuk dari semua pertarungan. Ini dipercaya akan memperluas pengetahuan seseorang pada sistem pertarungan yang lainya; untuk menerapkan berbagai teknik (materi) pada seseorang sebaik untuk mengetahui bagaimana untuk melindungi diri melawan taktik yang demikian.

TEORI GARIS TENGAH JET KUNE DO
Teori garis tengah adalah garis imajiner yang ditarik secara vertikal dari pusat tubuh manusia saat berdiri, dan mengacu pada ruang di depan tubuh. Jika kita menggambar sebuah segitiga sama kaki di lantai, dimana tubuh kita membentuk sebagai dasar dan dua lengan kita sebagai kaki dari segitiga sama kaki, maka (tinggi segitiga) adalah dua sisi yang sama. Ini adalah Konsep Wing Chun untuk mengeksploitasi, mengontrol dan mendominasi garis tengah lawan. Semua serangan, pertahanan, dan pergerakan yang dirancang untuk menjaga garis tengah Anda sendiri saat memasuki ruang tengah lawan. Lee dimasukkan teori ini ke dalam Jet Kune Do dari Sifu nya Yip Man. Seperti halnya Wingchun, Jet Kune Do juga kerapkali menggunakan alat berupa Manusia Kayu / Mok Yan Jong / wooden Dummy yang identik dengan Wingchun untuk melatih keakuratan serangan dan pertahanan garis tengah.

Tiga pedoman teori tengah adalah:

1.  Orang yang mengontrol garis tengah akan mengontrol pertarungan.
2. Melindungi dan menjaga garis tengah Anda sendiri sementara Anda mengontrol dan mengeksploitasi lawan.
3.  Kontrol garis tengah dengan menduduki itu

TIGA BAGIAN PENTING JET KUNE DO
Praktisi Jeet Kune Do yakin bahwa teknik harus berisi sifat sebagai berikut:

1. Efesiensi - sebuah serangan yang mengena sasaran.
2. Langsung - melakukan secara sungguh sungguh (senyatanya) sebagai cara belajar.
3. Simpel – berpikir dengan cara sederhana tanpa banyak gaya,cas cis cus yang tidak perlu.

   
Sumber: Wikipedia

http://www.nobunagashop.com/2016/07/daftar-produk-mok-yan-jong-wooden-dummy.html


Previous
Next Post »