Seni Beladiri Militer Kerajaan Majapahit - Sundang Majapahit


Siapa yang tidak mengenal kerajaan Majapahit, kita semua pasti mengetahui atau paling tidak pernah mendengarnya saat pelajaran sejarah pada saat kita sekolah dulu. Majapahit adalah kerajaan Hindu yang pernah ada dan paling berjaya di Nusantara. Bahkan daerah kekuasaan Majapahit pada masa kejayaannya sampai ke wilayah negara Malaysia, Singapura dan Filiphina. Majapahit pada masa itu juga terkenal dalam hal kekuatan militernya. Majapahit memiliki pasukan khusus yang terkenal pada saat itu, yaitu pasukan elite Dharmaputra. Pasukan elite ini beranggotakan tujuh orang, antara lain, Ra Kuti, Ra Semi, Ra Tanca, Ra Wedeng, Ra Yuyu, Ra Banyak, dan Ra Pangsa. Tujuh orang ini adalah pengawal Raden Wijaya. Sedangkan pada era Gajah Mada, pasukan khusus Majapahit bernama "Bhayangkara". Nama Bhayangkara pada saat ini masih digunakan untuk nama pasukan khusus di Indonesia. Sedangkan untuk pasukan mata-mata di Majapahit dikenal dengan istilah "Telik Sandi".

Untuk keperluan Militer, para tentara dan pasukan khusus Majapahit tentunya dibekali dengan ilmu beladiri yang mumpuni. Beladiri asli Kerajaan Majapahit dikenal dengan nama "Sundang Majapahit". Orang yang pertama kali memperkenalkan Sundang Majapahit atau seni bela diri khas Majapahit ini adalah Mahesa Anabrang. Salah satu pentolan dari Majapahit ini menggabungkan seni bela diri militer yang dimiliki oleh kerajaan Singasari dan juga kawasan Dharmasraya yang terletak di Sumatra Barat. Penggabungan dua seni bela diri yang unik ini akhirnya membentuk Sudang Majapahit yang sangat memikat. Dengan seni bela diri ini, seorang prajurit perang bisa menggunakan teknik patahan yang dikombinasikan dengan beberapa senjata seperti parang dan juga keris.

Teknik Bertarung Sundang Majapahit

Secara garis besar, Sundang Majapahit memiliki teknik pertarungan  yang terbagi menjadi beberapa unsur. Pertama ada unsur pertahanan yang disebut dengan Sundang Gunung. Lalu ada aspek penyerangan dan penaklukan dengan nama Sundang Kali dan Sundang Laut. Terakhir ada Sundang Angin untuk bentuk penyusupan dan Sundang Matahari untuk perlindungan raja dan keluarganya. Unsur yang ada pada Sundang Majapahit di atas bisa dikombinasikan satu dengan yang lainnya. Semuanya memiliki fungsi sendiri-sendiri dan akan membantu dalam pertarungan. Selama masih ada senjata seperti pedang dan keris, segala teknik Sundang Majapahit bisa dilakukan dengan baik dan benar.


Penyebaran Ilmu Sundang Majapahit

Sundang Majapahit dikenal sangat mematikan hingga siapa saja yang melawan pemilik seni bela diri ini sama halnya bunuh diri. Ranggalawe tubuhnya tercabik-cabik setelah tidak mampu mengungguli kekuatan dari Mahesa Anabrang. Ilmu ini tidak bisa dihentikan di tengah jalan. Sekali ilmu digunakan maka siapa saja yang jadi lawannya akan ditebas hingga tidak bernyawa.
Saktinya bela diri yang diciptakan oleh Mahesa Anabrang membuat tidak semua orang bisa mempelajarinya. Dia menurunkan ilmu ini pada anaknya yang bernama Adityawarman. Dari Adityawarman inilah ilmu ini diturunkan ke pasukan-pasukan kerajaan Majapahit dan juga kerajaan bawahan seperti Dhamasraya yang ada di Sumatra, Bugis Gowa, dan Sulu yang ada di Filipina.

Setelah Majapahit akhirnya hancur dan kerajaan tidak bisa diselamatkan lagi. Seni bela diri ini praktis menghilang dan tidak bisa ditemukan lagi. Beberapa kerajaan yang dahulu diajarkan juga sudah banyak yang menghilang kecuali Kerajaan Sulu yang ada di Filipina. Seni bela diri ini masih dikembangkan hingga sekarang dan menjadi salah satu seni bela diri khas Filipina. Di Filiphina beladiri ini dikenal dengan nama "Eskrima". Orang-orang di kawasan Philipina Selatan masih menyebut beladiri ini dengan nama : "KALI MAJAPAHIT".  Sedangkan di Indonesia sendiri, jejak beladiri Sundang Majapahit masih bisa ditemukan di daerah Kalimantan. Di Kalimantan beladiri ini dikenal dengan istilah "Silat Kuntau".


Tongkat Eskrima

Beladiri Eskrima dan Silat Kuntau memiliki senjata khas yang diajarkan turun temurun, nama senjata itu adalah Tongkat Arnis / Tongkat Eskrima. Tongkat ini terbuat dari rotan dan ada juga yang terbuat dari bahan kayu keras.
Berikut adalah beberapa video dari seni beladiri eskrima dengan menggunakan senjata tongkat arnis:




Pada jaman sekarang teknik beladiri dengan menggunakan senjata sangat diperlukan, terutama untuk melindungi diri sendiri dari tindakan kriminal yang akhir-akhir ini sering terjadi di negara kita, baik itu khasus perampokan ataupun pembegalan. Untuk itu kita perlu mengatahui teknik penggunaan senjata, salah satunya adalah penggunaan Tongkat Arnis / Tongkat Eskrima. Tongkat Arnis juga berguna untuk bertahan dari serangan senjata tajam terutama pisau yang sering digunakan oleh begal maupun perampok. Selain untuk bertahan, tongkat arnis juga berguna untuk melakukan serangan balik dengan tujuan melumpuhkan lawan.  Selain untuk beladiri, di sisi lain kita juga ikut andil dalam melestarikan warisan budaya dan beladiri asli Kerajaan Majapahit.

Sekian, semoga bermanfaat ;)

Previous
Next Post »